Memvalidasi dan membangun Pariwisata Pedesaan - Sebuah tinjauan tentang manajemen destinasi

Diperbarui: Jul 7



Mengembangkan program Pariwisata Masyarakat Pedesaan adalah suatu kegiatan dalam dunia pariwisata yg bisa di kategorikan sebagai suatu kegiatan yang disebut Placemaking.


Yaitu membentuk dan mengembangkan suatu desa yang belum dikenal menjadi suatu tempat yang layak di kunjungi sebagai daerah tujuan wisata alternative.


Merupakan suatu tantangan sendiri Karena Pariwisata jenis ini mempunyai pasar yang cendrung masih sangat kecil. Oleh karena itu, perlu kreatifitas dan pengetahuan yang mendalam tentang pariwisata, Tentang masyarakat di Desa itu sendiri. Dan yang terpenting adalah pengetahuan serta kemampuan untuk memasuki pasar.


Untuk itu saya rasa sangat perlu untuk berbagi dengan pemuda pemuda Penggerak Pariwisata Pedesaan , pemerhati Pariwisata dan Pemerintahan desa setempat tentang cara cepat memvalidasi ide pengembangan Pariwisata Masyarakat Pedesaan yang dapat saya tuang kan dalam 9 unsur penting dibawah ini yang didalam dunia entrepreneur sangat dikenal dengan nama " Business Model Canvas "


Langkah langkah itu adalah sebagai berikut :

1. Produk Pariwisata yang mempunyai Value Proposition ( Proposisi Nilai-nilai) yang membedakan produk wisata kita dengan Desa yang lainnya. Oleh karena itu, jadilah diri sendiri dan gali nilai-nilai, aset, kebudayaan, kebiasaan, lingkungan hidup di masyarakat sekililing Desa. Kemudian, tentukan beberapa faktor pembeda atau unique selling point desa kita. Usahakan Proposisi Nilai ini juga adalah solusi dari masalah yang ada dalam masyaraka Dan pasar secara luas.


2. Pasar - Kita harus mampu menargetkan pasar yg khusus untuk produk wisata kita. Pasar ini bisa di tentukan berdasarkan geograpi atau secara demographic. Untuk memvalidasi data pasar. Teman-teman biaa menggunakan data-data dari Pemerintah, seperti dari Dinas Pariwisata atau juga data yg ada dari BPS.

Saya juga menganjurkan teman-teman untuk mencari data lainnya seperti dari Google Trend dimana teman-teman dapat melihat negara atu kota mana saja yg berminat dengan destinasi kita. Setelah mendapatkan data ini kita juga bisa mengukur besar pasar untuk produk Pariwisata kita. Dan kemudian kita bisa lanjutkan diskusi bagaimana kita memasuki pasar yg telah kita targetkan teraebut.


3. Channel ( Jalur Distribusi). Kita harus bisa mendefinisikan bagaimana produk Pariwisata Pedesaan ini bisa kita distribusikan. Kita mengenal ada 2 jenis channel yaitu : Direct Channel yaitu Jalur Distribusi yang menjadi milik kita sendiri seperti website sendiri atau kantor pemasaran pariwisata desa. ( bisa gunakan posko2 Pokdarwis). Dan jenis channel kedua adalah Indirect Channel adalah channel kepunyaan orang lain / pihak ketiga yg dapat kita gunakan untuk mendistribusikan produk Wisata kita. Seperti : airbnb, tripadvisor, traveloka, ILike Local, travel agent Dan lain sebagainya. Setelah menentukan Indirect Channel Kemudian teman-teman harus membangun komunikasi dengan pihak ketiga ini tentang kemungkinan kita dapat memasarkan produk Pariwisata Desa kita di platform atau perusahaan mereka.


4. Hubungan Pelanggan.

Kita harus menentukan bagaimana kita membangun Hubungan dengan calon pelanggan/pelanggan. Hubungan ini perku terjadi dalam setiap tahap proses pembelian suatu produk wisata antara lain : Sebelum kedatangan, saat kedatangan, pada saat Beradadi desa, pada saat kepulangan dan setelah berada di tempat asal mereka.

Membangun hubungan professional dengan Pelanggan bisa di lakukan dengan memakai teknologi automation dengan beberapa sistem CRM ( Customer Relation Management) seperti MailChimp, ContantContact dan beberapa sistem lainnya.


5. Aktifitas Utama - adalah Aktifitas aktifitas yang kita tawarkan untuk di lakukan oleh Pelanggan. Bisa terdiri dari beberapa aktifitas yang Kemudian bisa kita rangkaikan menjadi suatu paket atau memang aktifitas aktifitas yang terpisah satu dengan lainnya.


6. Sumber Daya Utama - saya sarankan untuk mengkategorikan SDM sebagai Sumber daya Utama Selain, modal financial, kantor /gedung, lingkungan sosial dll. Oleh karena itu, fokus untuk pengembangan Pariwisata Pedesaan adalah para pemuda Penggerak pariwisata Pedesaan dan masyarakat secara luas.


7. Partner Utama - Kita harus bisa mendefinisikan siapa saja yang akan menjadi rekanan utama kita dalam pengembangan Pariwisata Pedesaan baik dalam sisi supply ( seperti : LSM, Pemerintah, atau Perusahaan agent perjalanan ) yang membantu dalam menghasilkan produk wisata dan juga sisi Demand ( pasar) seperti : Travel Agent, Online Travel Agent, Marketplace, dan lain-lain.


8. Revenue Stream - Dari mana saja kita akan mendapatkan penghasilan / income dalam menjalankan program Pariwisata Pedesaan secara sustainable / berkelanjutan. Contoh dari : Paket Makan, aktifitas pengalaman unik di desa, kamar rumah yang di sewakan. dll.


9. Susunan Biaya - hal Ini menjadi sangat penting agar program pariwisata Pedesaan kita tidak pada posisi " Lebih besar pasak daripada tiang". Apabila biaya lebih besar daripada Pemasukan dalam jangka waktu yang panjang maka mungkin kegiatan Pariwisata Pedesaan dapat putus di tengah jalan. Sehingga saya menyarankan agar pemuda-pemuda penggerak pariwisata desa bisa membangun program ini sebagai kegiatan usaha . Tentu di awal nya akan ada biaya yang ditimbulkan sebagai konsekwensi dari sebuah produksi (biaya produksi) dan tentu hasil nya tidak serta merta. Apabila persentase struktur biaya dapat menghasilkan GOP ( Gross Operating Profit) paling kecil 35% maka program ini layak untuk di jalankan sebagai suatu usaha.


Demikian sharing saya kali ini, Semoga bermanfaat.

10 tampilan