Self Efficacy vs Over Confidence

Diperbarui: Jul 5



Sebagai startup entrepreneur selalulah menjadi pribadi yang selalu melakukan efikasi diri karena over condienece itu sungguh sangat membosankan.


Membangun bisnis adalah cerita dan perjalanan panjang bukan lomba lari sprint, ini lomba marathon.


Hanya dengan mengandalkan skillset saja sudah tidak cocok dengan era ini, apalagi skillset peninggalan tahun kolonial, pengalaman dengan skillset dan mindset kolonial ( kuno) is also rubbish as it is now useless. Karena, era ini adalah era yang sangat berbeda dari era sebelumnya.


Sebagai mantan General Manager di berbagai hotel berbintang saya fikir dulu nya saya bisa dengan gampang melalui perjalanan entrepreneurship ini.


Tetapi, in fact, saya harus benar benar mengosongkan gelas dan ternyata juga dompet saya untuk investasi diri pada mindset dan skill set yang baru. Kemudian start all over again, mulai dari NOL.


Bertransformasilah menjadi generasi baru dengan mindset dan skillset yang baru untuk dapat berkembang pada tahun tahun kedepan.


Tidak usah lagi berbesar hati dengan jabatan yang anda pegang saat ini, saya dapat pastikan jabatan itu adalah euforia yang paling singkat. Nggak percaya?


Coba aja anda jobless 2 bulan saja, lihat apa yang terjadi, tidak ada teman yang biasa ada, tidak ada lagi telpon yang non stop berdering, dan tidak ada lagi meeting meeting seperti orang penting.


Sekali lagi, Efikasi diri sangat penting tetapi over confident itu sangat membosankan apalagi kalau anda melakukan nya dengan Ego Gratification.


Sebelum saya tutup, saya ingin bebagi pesan dari Guy Kawasaki tentang Innovation.


Unik dan Valuable = Inovasi


Unik tetapi tidak valuable = Kebodohan ( stupidity).


Tidak unik tetapi valuable = Perang Harga


Tidak unik dan tidak valuable = Death.


Sekarang anda lihat anda ada dimana?

39 tampilan