Digitalisasi - Manajemen Destinasi Wisata


Didalam keseharian saya sebagai pelaku UMKM pada foodstartup Bandar Sambal, yang saat ini sedang saya kembangkan menjadi sebuah marketplace daerah pertama yang akan menampung banyak layanan yang sangat di butuhkan pada saat – saat ini dan kedepan nya.


Saya sering berbicara dan menulis tentang pariwisata secara umum mungkin tentang perhotelan ataupun tentang industri travel.

Terakhir saya berbicara pada forum resmi yang di adakan oleh Dinas Pariwisata Kota Mataram dan saya mengangkat suatu subyek tentang penting nya kita merubah mindset kearah pemberdayaan teknologi atau saya sering sebutkan Digital Tourism.


Saya juga sering bertukar fikiran dengan beberapa teman yang masih aktif di industri perhotelan ( hospitality ). Saya selalu penuh dengan semangat menyatakan pada teman-teman saya semua, salah satu cara untuk kita merubah keadaan pariwisata yaitu dengan merubah mindset para stakeholder pariwisata dan mengganti paradigma lama yang sudah puluhan tahun menjadi acuan dalam kegiatan Penjualan & Pemasaran ( Sales & Marketing) Destinasi kita.


Saya juga katakan bahwa akan banyak pihak yang tidak akan senang dan tidak akan setuju dengan Digital Tourism karena beberapa hal dan sebab yang tidak bisa saya sebutkan satu-persatu. Tetapi yang jelas, semua orang tahu bahwa pada dasarnya manusia tidak suka akan perubahaan.


Pada inti nya, para pelanggan di era ini adalah pelanggan yang melek digital dan mereka memiliki lebih banyak informasi yang tersedia di ujung jari mereka. Ini berarti kita semua ( stakeholder pariwisata) tidak dapat lagi hanya mengandalkan brosur cetak, visitor guide, dan keahlian staf khusus untuk mempromosikan destinasi wisata kita.

Saat ini kita perlu membangun Direct Channel dan Indirect Channel kita secara digital. Platform digital ini akan kita gunakan untuk menggaet para pengunjung / tourist ke destinasi wisata kita. seperti melalui situs website yang di lengkapi beberapa software / mesin dan teknologi terkini dan terintegrasi dengan teknologi pihak ketiga lainnya seperti google yang memiliki banyak aplikasi yang bisa di manfaatkan untuk membangun platform digital yang taktis dan strategis .


Kemudian apa arti semua keadaan saat ini?, saya mendengar banyak keluhan dari beberapa stakeholder. Saya ingin mengatakan secara sederhana, jika kita tidak terhubung secara digital dengan target audiens / target pelanggan kita dan jika kita tidak mampu memposisikan destinasi wisata kita sebagai suatu destinasi yang memberikan pengalaman yang unik dan rewarding ( bermanfaat), maka tak heran para pengunjung / tourist akan pergi ke destinasi lain, anda semua tahu bahwa kita di apit oleh beberapa destinasi raksasa yang sangat perlu kita perhitungkan. ( Thailand, Malaysia, Vietnam, Kamboja, dll).

Dan saya secara pribadi ingin mengatakan agar cara cara pemasaran yang tradisional - seperti brosur cetak dan visitor guide, table top memang masih berguna, tetapi sekali lagi semua kolateral Pemasaran yang berbasis cetak , nyatanya saat ini mereka ( material cetak ) sudah mengambil kursi paling belakang dalam kegiatan pemasaran Pariwisata di dunia.


Saya ingin menutup tulisan ini agar kita bersama-sama dapat merubah mindset kita menjadi lebih Digital minded dan melupakan paradigma lama dalam melakukan pemasaran destinasi kita.


Saya percaya , kita bisa melakukan loncatan yang sangat signifikan dalam beberapa tahun kedepan dengan Digital Tourism.

Terima kasih atas waktu anda untuk membaca tulisan ini dan mohon masukannya. #Digital = Disruption. Pariwisata adalah Perkembangan Ekonomi

1 tampilan